HAI BRO!!
Cara belajar orang genius? Apakah pasti
harus rajin ?
Berikut ulasan
bagaimana sih cara belajar orang-orang genius. Yuk simak.
Kalau kita pelajari riwayat Thomas Alva Edison, walau dia hanya belajar secara otodidak
mampu menemukan berbagai penemuan baru yang mampu mengubah peradaban manusia.
James Watt si penemu mesin uap dan mengawali revolusi industri. Isaac Newton,
Abraham Bell, Albert Einstein, Stephen Hawking, Steve Jobs, BJ Habibie mendapat
pengakuan dunia karena berbagai penemuannya dan membawa perubahan radikal
beradaban manusia. Jika kita pelajari lagi, kemampuan para bocah ajaib dunia
itu bukanlah karena suatu keajaiban yang datangnya dari langit, bukan juga
ucapan simsalabin maka jatuh dari langit. Namun, kemampuan mereka peroleh
berdasarkan cara belajar yang cerdas membentuk kemahiran belajar, sehingga
mengantarkan kesuksesan mereka.
Jika selama ini selalu mengalami kesulitan atau menghadapi berbagai hambatan
dalam melakukan proses belajar, itu disebabkan karena belum memiliki
keterampilan belajar yang tepat untuk melakukan kegiatan (proses) belajar. Tapi
hal penting yang harus diingat bahwa menjadi orang pintar, cerdas, kreatif,
percaya diri dan mandiri itu sebenarnya mudah. Jawaban dari hal penting ini,
harus belajar cerdas, belajar menggerakkan akal-pikiran untuk membentuk
kemahiran belajar. Seperti yang dilakukan dan dimiliki para bocah ajaib dunia
tersebut di atas.
Tentu kita juga berharap dapat melakukan belajar dengan perasaan gembira, bukan?
Kalau guru/dosen menerangkan pelajaran, maka kita pun "langsung
nyambung" dan mudah memahami apa yang dijabarkannya. Kita pun betah
berlama-lama memusatkan perhatian pada pelajaran. Persoalannya, bagaimana
mewujudkan harapan tersebut menjadi suatu kenyataan?
Dikutip dari buku karangan Hendra Surya dalam buku Cara Belajar Orang Genius,
berikut cara-caranya:
- Menemukan
cara belajar smart, praktis dan efektif,
- Menemukan
langkah-langkah cara membuka pikiran, mengarahkan pikiran, menyusun
kerangka berpikir step by step (tahap demi tahap),
- Kreatif-inovatif
dalam mengembangkan kompetensi diri,
- Mengembangkan
metodologi belajar,
- Mencari
solusi permasalahan yang menghambat untuk dapat melakukan kegiatan belajar
dengan mengenali, mengidentifikasi dan menganalisa bentuk hambatan yang
mengganggu proses belajar.
Nah, secara keseluruhan dalam buku ini memberi petunjuk-petunjuk kepada kita,
sebagai berikut:
Bab 1. Learning Skills (Keterampilan Belajar)
Dalam bab ini, berisi petunjuk teknik menggerakkan akal-pikiran dalam belajar
yang smart, cara berpikir efektif, cara mengembangkan sikap maupun psycho motor
menjadi pelajar yang memiliki karakter kuat dan kompetensi unggulan. Petunjuk
tersebut mencakup metode (kecakapan) bagaimana langkah-langkah cara membuka
pikiran, mengarahkan (menggiring) pikiran, menyusun kerangka berpikir tahap
demi tahap, mengembangkan imajinasi-kreatif dalam melakukan proses kegiatan
(belajar). Pendek kata, dalam bab ini kita dipandu bagaimana proses cara
menyusun jalan pikiran dalam belajar atau melakukan sesuatu secara praktis dan
efektif, sehingga terbentuk keterampilan belajar (Learning Skills). Jika dapat
menguasai Learning Skills (keterampilan belajar), maka akan memiliki kemahiran
belajar, sehingga belajar dapat dilakukan dengan mudah dan memaksimalkan
kecerdasan dalam menguasai pelajaran.
Bab 2. Panduan Belajar (Learning Guide)
Dalam bab ini, berisi petunjuk atau panduan cara mengorganisasi kegiatan
belajar yang smart, yaitu menyusun langkah-langkah belajar yang praktis dan
efektif. Petunjuk bagaimana membuat belajar menjadi suatu kegiatan yang menarik
dan berkesan. Petunjuk tersebut mencakup strategi bagaimana cara membangun
kesiapan belajar, menciptakan mood belajar, menentukan tujuan yang hendak
dicapai, membangun proses penalaran (menghidup, mengontrol penalaran) dan
menggiring proses belajar secara praktis dan efektif, sehingga mampu
mengoptimalkan hasil belajar.
Bab 3. Membangun Konsentrasi Belajar
Dalam bab ini, diuraikan fakta yang membuat orang sulit konsentrasi belajar.
Macam-macam gangguan konsentrasi belajar dan petunjuk bagaimana cara membangun
konsentrasi belajar.
Bab 4. Belajar Melukis Pikiran (Strategi Menulis dan Membuat Catatan)
Dalam bab ini berisi petunjuk bagaimana menulis atau membuat catatan pemikiran
secara efektif berupa lukisan pikiran, tanpa harus mengganggu ritme penalaran
saat belajar. Teknik ini dapat menjadi sumber pendorong penciptaan pendalaman
penalaran karena dapat mempertahankan dan meningkatkan fokus perhatian maupun
konsentrasi saat belajar, baik itu belajar sendiri atau belajar di bawah
bimbingan guru. Lukisan pikiran tersebut dapat menjadi gambaran atau skematis
kerangka berpikir dalam memvisualkan pemahaman tentang pengetahuan yang
diperoleh dan memudahkan dalam mereview kembali pemahaman pengalaman maupun
pengetahuan yang telah peroleh di saat dibutuhkan. Juga, kemampuan melukis
pikiran dapat menjadi petunjuk yang praktis dalam menyusun rencana kegiatan
yang akan dilakukan secara efektif.
Bab 5. Semangat Baja, Disipliln dan Belajar Secara Teratur
Dalam bab ini berisi petunjuk bagaimana membangun spirit belajar, cara
mengembangkan sikap disiplin dalam belajar dan cara mengorganisasi waktu
belajar yang efektif.
Bab 6. Belajar Berpikir Kreatif (Creative Thinking)
Dalam bab ini diungkap, bagaimana belajar membuat orang jadi kreatif.
Pengetahuan tentang manfaat berpikir kreatif. Petunjuk tahap-tahap proses
berpikir kreatif dan berhasil menjadi penemu atau pencipta. Petunjuk bagaimana
cara mengatasi segala bentuk hambatan yang menjadi penghalang berpikir kreatif
dan strategi pengembangan langkah-langkah berpikir kreatif.
Bab 7. Belajar Berpikir Kritis (Critical Thinking)
Dalam bab ini, berisi petunjuk bagaimana cara meningkatkan kualitas kemampuan
berpikir tingkat tinggi melalui critical thinking (berpikir kritis). Petunjuk
tersebut mencakup tentang pengertian Berpikir Kritis (Critical Thinking),
karakteristik pemikiran kritis, karakteristik pemikir kritis, mengembangkan
sifat pemikir kritis, manfaat berpikir kritis, alasan-alasan mengapa memilih
berpikir kritis, hambatan berpikir kritis, langkah-langkah berpikir kritis dan
cara melatih berpikir kritis.
Bab 8. Belajar Membangkitkan Mental Juara
Dalam bab ini, berisi petunjuk cara membentuk mental juara dan membangkitkan
dorongan berprestasi. Petunjuk tersebut mencakup bagaimana cara merangsang
membangkitkan aspirasi dan ambisi berprestasi serta semangat petarung yang
gigih. Sehingga pada diri pelajar pun terus terpacu untuk membangun jalan
pikirannya untuk menjadi atau menguasai sesuatu hingga tuntas. Dan yang lebih
essensial lagi pada pelajar sadar akan dirinya yang belajar, sehingga belajar
dilakukan dengan penuh larutan kegembiraan untuk belajar.
Bab 9. Belajar Mendengar Secara Aktif
Dalam bab ini diuraikan mengapa orang sulit menjadi pendengar aktif dan
mengungkap fakta sumber masalah orang sulit menjadi pendengar aktif. Juga,
petunjuk langkah-langkah efektif belajar menjadi pendengar secara aktif agar
mendapatkan informasi secara utuh dan cakap dalam belajar.
Bab 10. Belajar Kolaborasi (Belajar Kelompok)
Dalam bab ini diuraikan manfaat dari belajar kolaborasi, tujuan belajar
kolaborasi dan petunjuk cara belajar kolaborasi secara efektif.
Bab 11. Belajar Cara Menghadapi Ujian
Dalam bab ini diuraikan petunjuk-petunjuk cara menghadapi ujian.
Bab 12. Belajar Membangun Kecerdasan Emosional
Dalam bab ini mengungkap bagaimana pengaruh emosi dalam belajar, menjelaskan
peranan kecerdasan emosional dalam memberi peluang dan keleluasaan IQ
berkembang secara maksimal. Begitu juga berisi petunjuk bagaimana cara
meningkatkan kecerdasan emosional.
Sistematis pengulasan yang dipergunakan buku ini cukup sederhana dan mudah
dipahami. Buku ini disajikan tidak seperti buku referensi pada umumnya yang
bersifat teoritis belaka, melainkan mengungkap hal-hal nyata, praktis dan
efektif serta dilengkapi contoh kasus.
Tentunya, setelah mampu memahami dan dapat mempraktikkan petunjuk-petunjuk
dalam buku ini, maka kitapun mengetahui bagaimana melakukan cara belajar yang
praktis dan efektif. Karena itu, tidak ada alasan lagi untuk mengatakan belajar
itu susah.